Hal yang Harus Diperhatikan saat Melakukan Penjualan Aktiva Tetap

Hal yang Harus Diperhatikan saat Melakukan Penjualan Aktiva Tetap

Definisi Penjualan Aset Tetap

Aktiva atau aset tetap adalah suatu barang yang dibeli oleh perusahaan untuk digunakan dalam ruang lingkup perusahaan tersebut dan tidak berniat menjualnya kembali demi memperoleh laba. Namun dalam suatu kondisi atau waktu tertentu, perusahaan harus melepas aset tetapnya guna memperoleh aset tetap yang baru. Nantinya pihak penerima transfer akan mendapatkan kepemilikan aset dan pihak transferor akan mengakui keuntungan ataupun kerugian atas penjualan tersebut.

Keuntungan ataupun kerugian tersebut akan berdasarkan pada perbedaan yang terjadi pada nilai buku aset dan juga nilai pasar wajarnya.
Sedangkan nilai pasar adalah nilai aset bila dijual di pasar. Lalu, nilai keuntungan adalah jumlah kelebihan hasil penjualan yang akan diterima oleh pihak perusahaan lebih dari nilai buku.

 

Alasan Kenapa Perusahaan Melakukan Penjualan Aset

Berikut ini beberapa alasan perusahaan menjual aset yang dimilikinya, yakni:

1. Nilai aset telah sepenuhnya terdepresiasi

Penggantian aset yang lebih terbarukan dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi perusahaan.

2. Aset tidak lagi berguna

Apabila terjadi perubahan dalam proses produksi yang memerlukan upgrade mesin terbaru.

3. Terjadi kerusakan pada aset

Pada umumnya jika terjadi kerusakan pada aset, maka harus dijual. Dan jika aset yang rusak tetapi tidak dijual, maka akan tercatat sebagai pelepasan atau disposal.

4. Penggantian aset

Perusahaan mengganti aset-aset yang sudah lama dengan aset yang berteknologi lebih modern.

5. Biaya pemeliharaan melebihi nilai aset

Jika usia aset semakin bertambah, maka biaya pemeliharaannya pun meningkat pula dan dapat menyebabkan pengeluaran yang melebihi nilai serta keuntungan yang dihasilkan dari aset tersebut.

 

Hal yang Harus Diperhatikan saat Melakukan Penjualan Aktiva Tetap

Penjualan aset harus dipertimbangkan dengan cermat karena akan dicatat sebagai pendapatan lain-lain dalam laporan laba rugi, berikut ini hal-hal yang perlu di perhatikan, yakni:

  • Nilai buku aset atau nilai yang di catat dalam neraca keuangan,
  • Nilai pasar atau harga jual di pasaran,
  • Nilai keuntungan dan kerugian yang diterima perusahaan.

Kemudian, langkah selanjutnya adalah menetapkan harga jual perusahaan. Pada tahap ini, Anda perlu mengetahui nilai buku aset dengan mengurangi biaya aset dengan beban depresiasi yang telah terakumulasi.

Perbedaan Antara Akuntansi Komersial dan Akuntansi Pajak

Perbedaan Antara Akuntansi Komersial dan Akuntansi Pajak

Definisi Akuntansi dan Akuntansi Pajak

Akuntansi

Kegiatan akuntansi mencangkup identifikasi, pencatatan, pengklasifikasian, pengolahan, dan penyajian transaksi atau aktivitas keuangan kepada para pemangku kepentingan. Proses akuntansi komersial atau keuangan dilakukan dengan melibatkan penyusunan laporan keuangan sesuai dengan standar akuntansi keuangan yang berlaku.

Akuntansi Pajak

Sedangkan akuntansi pajak merupakan proses penyusunan laporan keuangan yang sesuai dengan peraturan perpajakan. Dan laporan keuangan yang dihasilkan tersebut disebut dengan laporan keuangan fiskal.

 

Perbedaan Akuntansi Komersial dan Akuntansi Pajak

Berikut ini adalah perbedaan antara akuntansi komersial dan akuntansi pajak, yakni:

  • Tujuan

Tujuan akuntansi komersial adalah memberikan informasi kepada pihak-pihak yang berkepentingan, seperti manajemen, pemegang saham, investor, dan kreditor. Sedangkan tujuan akuntansi pajak adalah memastikan kepatuhan pada peraturan perpajakan dan pembayaran pajak yang sesuai.

  • Penyusunan

Akuntansi komersial disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK).sedangkan, untuk kepentingan perpajakan, akuntansi komersial harus disesuaikan dengan aturan perpajakan yang berlaku.

  • Pengakuan pendapatan dan biaya

Perbedaan antara akuntansi komersial dan perpajakan terletak pada pengakuan pendapatan dan biaya dikarenakan perbedaan waktu dan perbedaan tetap.

 

Persamaan Akuntansi Komersial dan Akuntansi Pajak

Berikut ini adalah persamaan antara akuntansi komersial dan akuntansi pajak, yakni:

1. Karakteristik Kualitatif

Karakteristik kualitatif dari akuntansi komersial dan akuntansi pajak, yakni relavan,andal,dapat dibandingkan, dan dapat dipahami.

2. Sistem Akrual

standar yang digunakan akuntansi umum atau komersial, adalah sistem akrual. Sama hal nya dengan akuntansi umum, akuntansi pajak juga menggunakan sistem akrual (accrual basis). Dalam bidang akuntansi pajak, disarankan untuk menggunakan kombinasi sistem kas dan akrual, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

3. Neraca

Laporan keuangan neraca pada akuntansi umum atau komersial dan akuntansi pajak mencakup aset, utang, dan modal.

4. Konsep Kesatuan Usaha

keduanya mengikuti prinsip kesatuan usaha, yang berarti adanya pemisahan antara harta atau aset dari pemilik dan perusahaan.

5. Prinsip Realisasi

Kedua jenis akuntansi itu menerapkan prinsip realisasi, dan sebagainya.

 

Hubungan antara Akuntansi dan Perpajakan

Dengan akuntansi keuangan, informasi tentang kondisi entitas pada periode tertentu dapat diperoleh. Informasi keuangan tersebut, lalu akan digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan. Sementara akuntansi pajak lebih spesifik daripada akuntansi umum. Akuntansi pajak memberikan informasi keuangan mengenai kepatuhan terhadap pemerintah. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa pajak merupakan suatu kewajiban. Sama seperti akuntansi, laporan keuangan yang dihasilkan pun juga berbeda. Perusahaan dapat melaporkan laba tahunan secara berbeda dalam laporan keuangan komersial dan pajaknya. Dalam dunia akuntansi, itu adalah hal yang umum. Oleh karena itu laporan keuangan fiskal yang dihasilkan juga disebut extra comptable. Penyusunan laporan keuangan fiskal dilakukan dengan cara yang sama seperti penyusunan laporan keuangan komersial. Proses dimulai dari input transaksi berdasarkan bukti transaksi ke dalam jurnal, kemudian diposting dalam buku besar akuntansi perusahaan, pembuatan neraca lajur, penyesuaian, hingga akhirnya pada laporan keuangan. untuk menghasilkan laporan keuangan fiskal, maka diperlukanlah rekonsiliasi dengan peraturan perpajakan.

 

Fungsi dan Jenis Neraca Lajur

Fungsi dan Jenis Neraca Lajur

Definisi Neraca Lajur

Neraca lajur adalah laporan yang memuat semua data akuntansi yang menjadi dasar pemeriksaan buku besar yang telah disesuaikan untuk memudahkan pembuatan laporan keuangan. Dengan neraca lajur ini dapat membantu perusahaan dalam skala besar dalam merangkum dan meringkas data keuangan.

 

Jenis Neraca Lajur

Berikut ini jenis-jenis neraca lajur yang perlu diketahui, yakni:

Neraca Lajur Umum

Neraca ini terdiri dari 4–6 kolom dan berguna dalam membantu menganalisis saldo di akun yang berbeda.

Neraca Lajur Audit

Neraca ini berguna dalam memastikan keakuratan informasi dari data akuntansi yang digunakan untuk menyusun laporan keuangan perusahaan.

Neraca Lajur Terperinci

Neraca ini memiliki banyak informasi rinci yang disertai dengan halaman pendukung untuk menjelaskan beberapa item.

PT.Jovindo menawarkan anda jasa konsultasi dan akuntasi perpajakan anda. Atasi masalah perpajakan anda bersama Jovindo. Dengan bersama kami anda dapat berkonsultasi secara online ataupun offline. Untuk info lebih lanjut silahkan hubungi : 0778-4162512 /0811-7777088.

 

Fungsi Neraca Lajur

Neraca lajur tidak hanya berperan sebagai pendukung dalam penyusunan laporan keuangan. Namun neraca lajur juga berperan penting dalam membantu pemahaman pengelolaan keuangan dalam skala besar.

Berikut ini beberapa fungsi lain dari neraca lajur, yakni:

1. Merangkum Data Keuangan

Catatan akuntansi yang berlebihan, akan cenderung membingungkan. Oleh karena itu, diperlukan neraca lajur untuk merangkum dan memudahkan pemahaman. Dengan menggunakan neraca lajur, informasi mengenai transaksi keuangan akan lebih terstruktur serta mempermudah penyusunan laporan keuangan perusahaan untuk periode tertentu.

2. Mempermudah Penyusunan Laporan Keuangan

Data keuangan yang dimasukkan dalam lajur-lajur dapat lebih mudah dicerna. Penyusunan sistematis dalam pembuatan neraca lajur memperhatikan tampilan yang ringkas dan padat, tetapi tetap menyajikan informasi pembukuan perusahaan dari awal hingga akhir periode.

3. Memperjelas Prosedur Pengelolaan Keuangan

Setiap transaksi keuangan dapat tercatat dengan baik dalam neraca lajur. Berkat neraca lajur ini prosedur pengelolaan keuangan menjadi lebih transparan. Dengan prosedur pengelolaan yang jelas, perusahaan akan terbukti memiliki kredibilitas karena dapat mencatat cash flow dengan baik.

4. Membantu Evaluasi Transaksi Keuangan

Pengelolaan keuangan harus dilakukan dengan cermat untuk mencegah kesalahan input yang dapat mempengaruhi penyusunan laporan keuangan dalam satu periode. Oleh karena itu, neraca lajur digunakan untuk memeriksa kesalahan yang dapat terjadi saat memasukkan data pemasukan atau pengeluaran.

 

Fungsi Nota Kontan

Fungsi Nota Kontan

Definisi Nota Kontan

Nota tunai merupakan bukti pembayaran yang diberikan oleh pemilik usaha kepada pelanggannya. Dengan demikian, transaksi dapat diselesaikan tanpa harus menunggu jatuh tempo. Nota kontan ini adalah bukti pembayaran dari pembeli kepada penjual saat pelunasan atas barang yang dibeli. Nota kontan biasanya diberikan oleh penjual kepada pembeli yang melakukan pembelian langsung. Seperti halnya jenis nota lainnya, nota kontan ini juga harus dibuat dengan menggunakan salinan minimal dua rangkap.

Fungsi Nota Kontan

Nota kontan ini pun pada umumnya berfungsi sebagai dokumen acuan saat perusahaan akan membuat laporan keuangan. Yaitu pada saat perusahaan ingin membandingkan jumlah terjual yang ada pada data nota dengan keadaan yang ada di gudang. Nota kontan inilah yang akan dijadikan sebagai alat bukti transaksi yang resmi atau sah. Nota penjualan ini nantinya akan menjadi alat bukti pembelian yang sah dimana bukti ini akan menerangkan apabila si pembeli sudah selesai melakukan pembayaran atas barang yang dibeli.

Berikut ini beberapa fungsi lain dari nota kontan, yakni:

  • Sebagai bukti transaksi
  • Menyimpan informasi penting terkait transaksi
  • Sebagai dokumen pendukung laporan keuangan.
  • Sebagai alat pengecekan stok
  • Sebagai alat kontrol arus kas

Punya permasalahan perpajakan? Atau masalah akuntansi? Tenang aja Jovindo hadir untuk membantu anda dalam menyelesaikan segala permasalahan perpajakan dan akuntansi anda dengan konsultan yang pastinya terpercaya dan dapat diandalkan. Kami dapat membantu peninjauan pajak, penyusunan transfer pricing, pajak bulanan dan tahunan badan, dan lain-lain. Dengan layanan kami anda bisa menghemat waktu serta tenaga anda sekalian, jadi tunggu apa lagi? segera hubungi: 0778-4162512 /0811-7777088

Komponen Nota Kontan

Salah satu hal yang menjadi faktor penting atas keberhasilannya pada suatu bisnis yaitu adanya bukti transaksi. Karena, tanpa adanya bukti transaksi, pelanggan Anda tidak akan bisa komplain apbila suatu saat ditemukan ada barang yang diterima dalam keadaan rusak.

Berikut ini adalah daftar komponen penyusun dari nota kontan, yakni:

  1. Nama perusahaan/ toko yang mengeluarkan nota
  2. Nomor nota
  3. Tanggal transaksi
  4. Jenis barang
  5. Jumlah barang yang diambil/dibeli
  6. Harga satuan barang
  7. Jumlah harga

Kelebihan Nota Kontan

Berikut ini adalah beberapa kelebihan yang membuat nota menjadi pilihan yang populer sebagai transaksi bisnis:

Kecepatan Transaksi

Nota kontan ini dapat memungkinkan transaksi lebih cepat di selesaikan karena pembayarannya langsung dengan menggunakan uang tunai. Hal sangat beguna, karena dapat mempersingkat waktu proses pembayaran, baik penjual maupun pembeli.

Kemudahan Penggunaan

Format sederhana dari nota kontan memudahkan penggunaan oleh seluruh pihak terkait. Tidak memerlukan verifikasi tambahan atau persetujuan kredit, sehingga pembayaran dapat lebih cepat dan efisien.

Efisiensi Administrasi

Dengan adanya nota kontan, transaksi dapat langsung dicatat tanpa memerlukan faktur ataupun verifikasi pembayaran tambahan. Hal ini dapat mengurangi tugas administratif bagi para pelaku bisnis dan mempercepat proses pencatatan keuangan.

 

Manfaat Manajemen Piutang

Manfaat Manajemen Piutang

Definisi Manajemen Piutang

Manajemen piutang merupakan serangkaian kegiatan yang bertujuan mengelola piutang perusahaan, termasuk perencanaan, pemantauan, dan pengendalian pembayaran yang harus dilunasi. Piutang umum dalam bisnis karena kebijakan pembayaran kredit dapat meningkatkan laba dan mengurangi risiko kredit. Piutang meningkatkan penjualan dengan memberikan kemampuan kepada konsumen untuk terus menggunakan produk dan jasa perusahaan. Namun, penumpukan piutang dapat membawa dampak negatif. Oleh karena itu, manajemen piutang harus dilakukan dengan prosedur dan sistem yang baik, efektif, dan efisien agar perusahaan dapat tetap bersaing dan mengoptimalkan laba.

Kamu punya masalah perpajakan atau akuntansi? Bingung cara menyelesaikannya? Konsultasikan saja pada  Jovindo. Kami dapat membantu kamu dalam menghadapi masalah perpajakan dan akuntasi kamu loh. Yuk konsultasikan masalah kamu. Untuk info lebih lanjut kamu bias menghubungi:  0778-4162512 /0811-7777088

 

Hal yang Perlu di Perhatikan Dalam Melakukan Manajemen Piutang Usaha

Berikut ini hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan manajemen piutang usaha, yakni:

1. Menawarkan Kebijakan Kredit

Sebagai pebisnis, Anda dapat menyesuaikan jumlah dan jangka waktu pembayaran kredit dengan menawarkan kebijakan kredit kepada pelanggan. Pelanggan cenderung menghargai jangka waktu kredit yang lebih panjang untuk mengurangi beban pembayaran. Anda juga dapat memilih syarat dan tingkat pengeluaran Anda pada calon pelanggan untuk pembayaran kredit.

2. Membuat Standar Kredit

Dalam proses pengajuan kredit, penting untuk mendapatkan standar kredit yang baik. Standar kredit adalah evaluasi yang menilai apakah calon pelanggan layak untuk menerima kredit menurut kebijakan perusahaan. Untuk menetapkan standar kredit, perlu mempertimbangkan faktor seperti rasio utang, rasio cakupan bunga, dan riwayat kredit pelanggan.

3. Melakukan Penagihan Secara Berkala

Saat memberikan kredit atau piutang kepada pelanggan, penting untuk menjaganya dengan mengirim pesan melalui email, telepon, atau media sosial secara teratur. Tujuannya adalah untuk mengingatkan dan meningkatkan kesadaran pelanggan agar membayar kewajibannya tepat waktu. Selain itu, kunjungan personal langsung ke pelanggan juga bisa dilakukan. Beberapa perusahaan menengah ke atas bahkan membentuk agensi penagihan untuk menangani penagihan kredit.

 

Manfaat Manajemen Piutang

Berikut ini beberapa manfaat dari manajemen piutang dalam suatu bisnis, yakni:

1. Meningkatkan Profit 

Dengan manajemen dan organisasi yang baik, piutang dapat diurus dan diterima oleh perusahaan. Piutang yang tertagih akan diubah menjadi kas yang dapat meningkatkan keuntungan bisnis.

2. Membantu Mengurangi Resiko Kecurangan

Dengan mengelola piutang yang baik, risiko kecurangan pada penjualan dapat dikurangi. Resiko kecurangan dapat terjadi jika piutang tidak dibayarkan sepenuhnya atau tidak dapat direalisasikan sama sekali. Penyebabnya bisa saja berasal dari kurang selektifnya sebuah perusahaan dalam memilih langganan, seperti pelanggan yang tidak mampu dalam membayar tagihan. Atau mungkin juga disebabkan oleh kondisi ekonomi yang tidak stabil di negara itu, sehingga orang tersebut tidak dapat mengembalikan atau membayar tagihan. Akibatnya, perusahaan mengalami penurunan pendapatan daripada mendapat keuntungan.

3. Membantu Menghadapi Persaingan Bisnis

Penjualan kredit adalah metode yang digunakan perusahaan untuk meningkatkan keuntungan. Hal tersebut disebabkan dengan menggunakan penjualan kredit, wilayah pasar yang dapat dijangkau menjadi semakin luas.

 

Analisis Manajemen Piutang

Berikut ini syarat khusus yang digunakan untuk meminimalisir resiko kredit atau piutang, yakni:

  • Character

Dalam manajemen piutang perusahaan harus dipimpin oleh individu yang jujur dan integritas guna pemenuhan tugas dan tanggung jawab finansial yang berjalan dengan lancar tanpa kecurangan. Perusahaan juga perlu berhati-hati dalam menilai karakter calon konsumen agar pembayaran tagihan dapat dipenuhi sesuai dengan persyaratan yang ada.

  • Capacity

Syarat ini berkaitan dengan kemampuan perusahaan dalam manajemen atau pengelolaan usahanya. Hal ini juga berlaku bagi calon konsumen, yang menggambarkan kesanggupannya untuk memenuhi tagihan sesuai dengan ketentuan.

  • Capital

Ini menggambarkan kondisi keuangan perusahaan secara menyeluruh. Perusahaan harus mengelola piutang dengan mempertimbangkan jumlah piutang serta modal yang dimiliki.

  • Collateral

Hal ini dapat menggambarkan jaminan yang dimiliki oleh calon konsumen. Dengan menggunakan jaminan tersebut, perusahaan memiliki cadangan jika konsumen tidak dapat memenuhi kewajibannya.

  • Conditions

Pengelola piutang perusahaan harus memperhatikan kondisi ekonomi calon konsumen secara menyeluruh. Syarat ini perlu dipertimbangkan sebelum memberikan penawaran kredit kepada calon konsumen.

 

Manfaat Kode Akun Akuntansi

Manfaat Kode Akun Akuntansi

Definisi Kode Akun Akuntansi

Kode akun akuntansi atau Chart of Account adalah sebuah daftar dari akun-akun perusahaan yang digunakan untuk mengidentifikasi ataupun memperlancar proses pencatatan transaksi, baik itu pemasukan maupun pengeluaran. Setiap perusahaan dapat mengatur bagan akunnya sendiri sesuai dengan yang diinginkan. Bagan akun selalu ditandai dengan simbol numerik yang diajdikan sebagai penanda adanya perbedaan di setiap jenisnya. Umumnya, fungsi metode pembuatan Chart of Account adalah untuk menampilkan catatan laporan keuangan perusahaan, mulai dari laporan neraca keuangan perusahaan, hingga laporan laba rugi.

 

Manfaat Kode Akun Akuntansi

Berikut ini manfaat dari menerapkan kode akun akuntansi, yakni:

1. Organisasi dan Pengelompokan yang Baik

Membantu dalam mengatur dan mengelompokkan akun-akun dalam sistem akuntansi untuk memudahkan pencarian dan analisis data keuangan.

2. Pengidentifikasian Transaksi

Transaksi dapat dengan mudah diidentifikasi dan diklasifikasikan ke dalam akun yang relevan, sehingga memudahkan proses dan pelaporan data keuangan.

3. Konsistensi dan Standarisasi

Dapat memastikan bahwa akun yang sama atau serupa diberi kode seragam dalam sistem akuntansi,  sehingga memfasilitasi perbandingan dan analisis yang akurat.

4. Skalabilitas

Dengan menggunakan kode akun, sistem akuntansi dapat diperluas atau dimodifikasi untuk menyesuaikan akun baru yang diperlukan oleh bisnis yang berkembang seiiring waktu.

Bingung dengan permasalahan pajak dan akuntansi kamu? Bingung harus berbuat apa? Serahkan saja masalah pajak dan akuntansi kamu kepada Jovindo. Kami dapat membantu kamu dalam menyelesaikan masalah perpajakan dan akuntansi kamu secara cepat dan efisien loh. Untuk info lebih lanjut kamu dapat menghubungi: 0778-4162512 /0811-7777088

 

Jenis-Jenis Kode Akun Akuntansi

Berikut ini jenis-jenis dari kode akun akuntansi, yakni:

Angka (numerik)

Angka merupakan simbol yang sering digunakan dalam pembuatan kode akun di Chart of Account atau bagan akun.

Huruf (alphabet)

Huruf jarang digunakan dalam pembuatan chart of account atau kode akun akuntansi. Secara umum, huruf sering digunakan untuk kode nama perusahaan, supplier, pelanggan, wilayah, dan lain sebagainya.

Campuran angka dan huruf

Pada umumnya simbol campuran angka dan huruf digunakan saat simbol huruf telah dipakai untuk kode nama wilayah, bank, nama pelanggan, nama perusahaan dll. Namun, diperlukan pembagian lanjutan untuk membuat kode akun akuntansi lebih jelas dan mudah dimengerti oleh pihak terkait.

 

Syarat Pembuatan Kode Akun Akuntansi 

Berikut ini adalah hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membuat kode akun akuntansi, yakni:

  • Nomor harus unik (setiap nomer hanya digunakan untuk satu akun perkiraan saja)
  • Akun perkiraan dikelompokan atau dimasukkan dalam sub kelompok..
  • Perkiraan yang berkaitan harus disusun secara berurutan.
  • Diusahakan agar penomoran tidak terlalu ketat, guna memudahkan jika terjadi penambahan sejumlah akun baru.
  • Nama akun rekening singkat dan jelas.

 

 

Perbedaan Antara Biaya Eksplisit dan Biaya Implisit

Perbedaan Antara Biaya Eksplisit dan Biaya Implisit

Definisi Biaya Eksplisit dan Implisit

Biaya Eksplisit 

Biaya eksplisit adalah biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam kegiatan operasional atau produksi. Biaya ini juga dikenal sebagai biaya nyata dan terkait langsung dengan pengeluaran dalam proses produksi. Biaya eksplisit dapat memengaruhi nilai laba rugi dan profitabilitas perusahaan secara langsung. Beberapa contoh biaya eksplisit meliputi, biaya tenaga kerja, persediaan, sewa, utilitas, dan lain sebagainya.

Biaya Implisit

Biaya implisit (implicit cost) merupakan pengeluaran tak terduga yang tidak tercatat dalam catatan keuangan atau kas perusahaan. Biaya ini juga dikenal sebagai biaya tersembunyi karena tidak langsung dikeluarkan dalam bentuk tunai, tanpa proses pertukaran uang atau transaksi lainnya. Biaya implisit tidak akan tercantum dalam laporan keuangan atau biasanya dilaporkan secara terpisah. Biaya implisit dapat berasal dari beberapa sumber, seperti penyusutan nilai properti perusahaan, penyusutan peralatan, dan penghematan atau pengeluaran yang tidak melibatkan transaksi keuangan.

 

Contoh Biaya Eksplisit dan Implisit

Biaya Eksplisit

Berikut ini adalah beberapa contoh dari biaya eksplisit, yakni:

Gaji Karyawan

Perusahaan membutuhkan sumber daya manusia dalam melakukan kegiatan produksi, untuk operasional perusahaan. Pekerja atau karyawan tersebut akan mendapatkan gaji atau upah, baik itu diberikan secara harian, mingguan, maupun bulanan.

Biaya Produksi

Biaya produksi adalah pengeluaran yang terjadi selama proses produksi. Contoh, pembelian bahan baku produksi, alat, dan lain sebagainya.

Biaya Lokasi

Anggaran untuk biaya lokasi, seperti sewa gedung, renovasi, atau pembangunan gudangpabrik.

Biaya Pemasaran

Untuk menjual produk yang telah jadi, perusahaan harus memasarkannya kepada calon konsumen. Biaya pemasaran dapat berupa pemasangan iklan, promosi secara digital, dan lain sebagainya.

PT.Jovindo menawarkan anda jasa konsultasi dan akuntasi perpajakan anda. Atasi masalah perpajakan anda bersama Jovindo. Dengan bersama kami anda dapat berkonsultasi secara online ataupun offline dengan harga yang terjangkau. Untuk info lebih lengkap silahkan hubungi : 0778-4162512 /0811-7777088.

 

Biaya Implisit

Berikut ini adalah beberapa contoh dari biaya implisit, yakni:

Pelatihan Karyawan

Perusahaan bisa memberikan pelatihan kepada karyawan guna meningkatkan keterampilan yang lain. Pelatihan ini dilakukan selama jam kerja. Dan hal ini tidak dapat diukur dengan uang.

Penyusutan Nilai Aset

Perusahaan memiliki beberapa aset yang digunakan dalam proses produksi, seperti gedung dan peralatan yang akan mengalami depresiasi nilai. Namun, hal ini tidak terdokumentasikan dalam laporan keuangan karena tidak ada transaksi keuangan yang terjadi.

Penggunaan Properti

Mengadakan acara internal seperti seminar, pelatihan, atau acara lain dengan menggunakan properti perusahaan dapat mengurangi biaya sewa gedung. Hal ini tentu dapat menghemat biaya sewa, namun dengan cara ini juga dapat mengurangi pemasukan perusahaan karena perusahaan tidak dapat menyewakan gedung atau ruangan untuk mendapatkan laba.

 

Perbedaan Antara Biaya Eksplisit dan Implisit 

Berikut ini beberapa perbedaan yang dimiliki oleh biaya eksplisit dan biaya implisit, yakni:

Bentuk

Biaya eksplisit merupakan biaya yang berwujud material yang memiliki nilai yang bisa diukur dengan uang, sehingga dapat dihitung dengan jelas. Sedangkan biaya implisit adalah biaya yang tidak berwujud materi atau hanya berupa perkiraan, sehingga sulit untuk dihitung.

Pencatatan dalam Laporan Keuangan

Perbedaan biaya eksplisit dan implisit terletak pada cara pencatatan dalam laporan keuangan. Biaya eksplisit harus dicatat dalam buku besar dan tercermin dalam laporan laba rugi perusahaan. sedangkan, biaya implisit tidak tercatat dan disertakan dalam laporan keuangan. Biaya ini biasanya tercatat dalam laporan terpisah karena tidak langsung memengaruhi tingkat profitabilitas perusahaan.

Dampaknya Terhadap Laba

Biaya eksplisit mempengaruhi laba bersih perusahaan secara langsung, mengurangi pendapatan dan membentuk laba dalam akuntansi. Sedangkan biaya implisit tidak memengaruhi laba, melainkan hanya mencerminkan tingkat keuntungan ekonomi.

Fungsi

Biaya eksplisit dihitung untuk mengetahui laba bersih akuntansi yang diperoleh perusahaan serta mengukur efisiensi manajemen dalam mengatur arus kas keluar perusahaan. Biaya implisit digunakan untuk menentukan nilai keuntungan ekonomi perusahaan.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Struktur Modal

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Struktur Modal

Definisi capital structure

Struktur modal, atau Capital structure, merupakan total utang dan ekuitas yang digunakan perusahaan untuk mendanai kegiatan operasional dan pembelian asetnya. Struktur modal digunakan sebagai alat pengambilan  keputusan bagi manajemen dalam mempertimbangkan dan menentukan pendanaan jangka panjang bagi perusahaan. Utang dan modal ekuitas digunakan untuk membiayai operasi bisnis, belanja modal, akuisisi, dan investasi lainnya. Pada saat perusahaan memutuskan struktur modalnya, mereka perlu mempertimbangkan keseimbangan antara utang dan ekuitas.

Struktur modal adalah perbandingan antara hutang jangka panjang dan modal sendiri yang digunakan untuk mendukung operasional dan pertumbuhan perusahaan. Struktur modal merujuk pada campuran antara utang dan ekuitas yang dipergunakan oleh perusahaan. Struktur modal sangat memengaruhi kondisi keuangan perusahaan.

Struktur modal yang baik dapat membantu perusahaan untuk:

  • Memaksimalkan nilai perusahaan
  • Memaksimalkan harga saham
  • Meminimalkan biaya modal
  • Mengurangi biaya pinjaman
  • Menjaga likuiditas perusahaan
  • Menarik perhatian investor untuk menanamkan saham dll.

 

Tujuan dan Fungsi Capital Structure

Pengelolaan struktur modal bertujuan untuk menggabungkan sumber dana permanen yang digunakan untuk operasional agar dapat maksimalkan nilai perusahaan.

Berikut ini tujuan dan fungsi laindari capital structure:

1. Memaksimalkan Pengembalian

Pengaturan yang dirancang dengan baik dapat meningkatkan laba per saham, maksimalkan pengembalian bagi pemegang saham ekuitas, dan memulihkan biaya pinjaman.

2. Mengurangi Risiko Finansial

Struktur yang tepat dapat menyeimbangkan hutang dan ekuitas perusahaan. Dengan demikian, ini dapat membantu perusahaan dalam manajemen dan pengurangan risiko keuangan.

3. Meminimalkan Biaya Modal

Struktur modal dapat membantu perusahaan merencanakan modal utang jangka panjang secara strategis. Dengan demikian, hal tersebut dapat membantu dalam mengurangi biaya modal.

4. Mengoptimalkan Pemanfaatan Dana

Pengelolaan modal yang baik dan terstruktur membantu perusahaan mencapai hasil optimal dari dana yang dimiliki.

 

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Struktur Modal

Berikut ini faktor yang mempengaruhi capital structure, yakni:

1. Struktur Aktiva (Tangibility)

Struktur aktiva merupakan perbandingan antara aktiva tetap dengan total aktiva dalam perusahaan. Pada umumnya, perusahaan industri yang memiliki sebagian besar modal tetap akan lebih memilih untuk mendanai modal dari modal permanen, yang disebut juga sebagai modal sendiri. Perusahaan yang memiliki aktiva yang semakin besar, terutama aktiva lancar, cenderung lebih memilih menggunakan utang untuk memenuhi kebutuhan dana.

2. Growth Opportunity

Menurut Kartini dan Arianto, growth opportunity adalah total perubahan aktiva yang dimiliki oleh perusahaan. Perusahaan memiliki kesempatan untuk berinvestasi di bidang yang menguntungkan.

3. Ukuran Perusahaan (Form Size)

Perusahaan besar sering melakukan diversifikasi produk dan pemilihan lokasi strategis untuk memaksimalkan keuntungan. Oleh karena itu, perusahaan akan lebih siap menghadapi krisis karena skala operasionalnya yang besar. Perusahaan kecil menghadapi kesulitan dalam melakukan hal ini, sehingga membuat mereka lebih rentan terhadap kebangkrutan.

4. Profitabilitas

Perusahaan yang profit nya tinggi umumnya memiliki jumlah dana internal yang lebih banyak. Yang berarti perusahaan memiliki utang yang rendah karena dana internal yang mencukupi. Hal ini dapat berdampak pada pengaturan modal.

5. Risiko Bisnis

Faktor ini dapat menjadi alasan perusahaan kesulitan mendapatkan pendanaan eksternal, yang akan berdampak negatif pada penggunaan aset atau dana perusahaan.

Ada masalah dengan perpajakan atau akuntansi kamu? Ngapain pusing-pusing, sekarang udah ada Jovindo. Yuk serahkan masalah perpajakan atau akuntansi kamu di Jovindo. Tunggu apa lagi? Ayo konsultasikan masalah perpajakan atau akuntansi kamu di Jovindo. Untuk info lebih lanjut kamu bias menghubungi: 0778-4162512 /0811-7777088

 

Prosedur dan Fungsi Penerimaan Kas

Prosedur dan Fungsi Penerimaan Kas

Definisi Penerimaan Kas

Penerimaan kas adalah transaksi penerimaan uang tunai yang meningkatkan aset perusahaan berupa kas. Baik berupa uang tunai maupun surat berharga, termasuk dari transaksi perusahaan dan penjualan tunai, pelunasan piutang, atau transaksi lainnya yang meningkatkan kas perusahaan. Namun, penerimaan kas perusahaan biasanya berasal dari dua sumber utama yakni penerimaan kas dari penjualan tunai dan penerimaan kas dari penjualan kredit. Komponen yang sering masuk ke dalam penerimaan kas termasuk penjualan tunai, pengumpulan piutang, dan penerimaan kas lainnya. Penerimaan kas perusahaan berasal dari dua sumber utama, yakni penerimaan kas dari penjualan tunai dan penjualan kredit.

 

Fungsi Terkait Penerimaan Kas

1. Fungsi penjualan

Tugas bagian penjualan adalah menerima pesanan, mengisi faktur penjualan tunai, dan menyerahkannya kepada pembeli untuk pembayaran ke bagian kas.

2. Fungsi kas

Dalam transaksi penjualan tunai, bagian ini bertugas sebagai penerimaan kas dari pembeli.

3. Fungsi gudang

Bagian gudang bertugas untuk menyimpan barang pesanan pembeli, dan menyerahkan barang tersebut kepada bagian pengiriman.

4. Fungsi pengiriman

Bagian ini bertugas untuk mengemas barang dan menyerahkan barang yang telah dibayar oleh pembeli.

5. Fungsi Akuntansi

Bagian ini bertugas untuk mencatat transaksi penjualan dan penerimaan kas serta membuat laporan penjualan.

 

Prosedur Penerimaan Kas

Dalam prosedur penerimaan kas, biasanya berkaitan dengan konsep dasar akuntansi yaitu menerima pembayaran dari pembeli dan memberikan tanda pembayaran atau faktur penjualan tunai kepada pembeli. Selanjutnya, pembeli mengambil barang yang dibelinya dari tempat pengiriman.

Berikut ini prosedur penerimaan kas yang biasanya dilakukan, yakni:

1. Penerimaan Kas dari langganan

Prosedur penerimaan kas dapat dimulai saat pelanggan melakukan penyetoran ke kasir. Kemudian, keluarkan invoice (asli) dan lembar kasir (lembar ketiga) untuk pengecekan penerimaan kas. Apabila sesuai, invoice asli dan invoice rangkap ketiga harus dicap (stempel) lunas dan ditandatangani oleh kasir. Invoice asli beserta dokumen lain diserahkan kepada pelanggan, sementara invoice lembar ketiga akan diarsipkan bersama dengan Voucher Penerimaan Kas.

2. Pembuatan Voucher Penerimaan Kas

Voucher penerimaan kas adalah dokumen penerimaan kas yang dilampirkan dengan invoice (copy kasir). Kemudian, voucher penerimaan kas diarsipkan sesuai dengan nomor urut. Voucher ini memberikan berbagai informasi, seperti tanggal, jenis voucher penerimaan kas, nomor invoice, nama langganan, jumlah penerimaan kas, dan lain sebagainya

3. Penyetoran Kas ke Bank

Hampir setiap perusahaan akan menyetorkan uang setelah menerima uang kas. Penyetoran ke bank dilakukan dengan cara membuat Slip Setoran Bank dan menyertakan uang kas yang akan disetorkan ke bank.

4. Pencatatan Laporan Mutasi dan Buku Kas

Laporan penerimaan kas dibuat berdasarkan voucher penerimaan kas. Laporan penyetoran kas ke bank dibuat dalam 2 bentuk, yakni saldo kas berkurang dan saldo kas bertambah.

5. Stok Opname Kas Harian

Prosedur penerimaan kas diselesaikan dengan melakukan stock opname kas guna membandingkan saldo fisik kas dengan saldo yang tercatat dalam laporan buku kas. Stok opname kas dilakukan oleh perusahaan pada waktu tertentu untuk proses audit saldo kas.

PT.Jovindo menawarkan anda jasa konsultasi dan akuntasi perpajakan anda. Atasi masalah perpajakan anda bersama Jovindo. Dengan bersama kami anda dapat berkonsultasi secara online ataupun offline. Untuk info lebih lanjut silahkan hubungi : 0778-4162512 /0811-7777088.

 

Manfaat Laporan Realisasi Anggaran

Manfaat Laporan Realisasi Anggaran

Definisi Laporan Realisasi Anggaran

Laporan realisasi anggaran berisi informasi tentang penggunaan anggaran, pembiayaan, belanja, dan perbandingannya dengan anggaran periode tersebut. Umumnya, laporan berisi informasi terkait anggaran keuangan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah alokasi, sumber, dan penggunaan sumber daya keuangan yang umumnya dikelola oleh pemerintah pusat maupun daerah. Laporan ini dapat menunjukkan apakah laporan keuangan yang disajikan valid dan sesuai dengan realitas di lapangan.

 

Manfaat Laporan Realisasi Anggaran

Laporan realisasi anggaran memberikan informasi mengenai pendapatan, transfer, belanja, defisit, surplus, dan pembiayaan entitas tersebut. Informasi ini dapat digunakan untuk mengevaluasi berbagai jenis pengambilan keputusan. Termasuk dalam hal ini adalah alokasi sumber daya ekonomi, kepatuhan pelaporan entitas terhadap anggaran, dan akuntabilitas.

Berikut ini bebrapa manfaat dari laporan realisasi anggran, yakni:

  1. Memberikan informasi mengenai alokasi, sumber, dan penggunaan sumber daya ekonomi.
  2. Bisa digunakan untuk memprediksi sumber daya ekonomi untuk pembiayaan kegiatan pemerintah pusat dan daerah dalam periode berikutnya.
  3. Data laporan tersebut dapat digunakan untuk mengevaluasi keputusan yang akan diambil oleh pengguna laporan. Keputusan tersebut diambil saat menggunakan sumber daya ekonomi, akuntabilitas, dan ketaatan dalam entitas pelaporan untuk memastikan kelancaran pengelolaan keuangan.
  4. Adanya laporan realisasi dana tersebut dapat memberikan rincian mengenai catatan kondisi keuangan secara menyeluruh. Sehingga ini dapat digunakan sebagai sumber informasi paling akurat untuk menilai efektifitas perolehan pendapatan dan realisasi sumber daya ekonomi.
  5. Laporan tersebut dapat digunakan untuk membandingkan pendapatan dari penggunaan anggaran apakah sudah sesuai dengan peraturan undang-undang atau belum. Laporan ini berguna untuk membuat keputusan tentang alokasi sumber daya ekonomi dengan akuntabilitasnya pada periode mendatang.

Laporan realisasi anggaran juga memberikan informasi terkait perolehan dan penggunaan sumber daya ekonomi yang sudah dilaksanakan, apakah penggunaan tersebut efektif, efisien, hemat serta sesuai dengan anggaran dan peraturan undang-undang atau tidak.

Bingung dengan permasalahan pajak dan akuntansi kamu? Bingung harus berbuat apa? Serahkan saja masalah pajak dan akuntansi kamu kepada Jovindo. Kami dapat membantu kamu dalam menyelesaikan masalah perpajakan dan akuntansi kamu secara cepat dan efisien loh. Untuk info lebih lanjut kamu dapat menghubungi: 0778-4162512 /0811-7777088

 

Unsur Laporan Realisasi Anggaran

Berikut ini unsur-unsur dari laporan keuangan realisasi anggaran, yakni:

1. Pendapatan LRA

Unsur pertama adalah pendapatan laporan realisasi anggaran, yang merupakan penerimaan dari Bendahara Umum Daerah atau Negara. Saldo tambahan dapat diberikan oleh entitas pemerintah lain untuk memperluas anggaran pada periode anggaran tertentu. Saldo tersebut akan menjadi hak pemerintah dan tidak perlu dikembalikan.

2. Belanja

Unsur selanjutnya adalah belanja yang mencakup total pengeluaran dari Bendahara Umum Daerah atau Negara. Kegiatan berbelanja umumnya mengurangi saldo anggaran pada periode yang bersangkutan. Semua transaksi dalam kegiatan belanja tidak akan mendapatkan pengembalian dana dari pemerintah.

3. Transfer

Transfer adalah proses pengeluaran dan penerimaan uang antara entitas yang berbeda. Transfer dana mencakup dana bagi hasil dan dana perimbangan untuk proyek tersebut.

4. Pembiayaan

Pembiayaan adalah segala jenis transaksi pengeluaran atau penerimaan yang tidak memengaruhi kekayaan suatu entitas. Semua jenis pembayaran harus dilunasi dan akan diterima kembali sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Dalam anggaran pemerintah, unsur pembiayaan ini bertujuan untuk penutup defisit.