Perbedaan Antara Akuntansi Komersial dan Akuntansi Pajak

Perbedaan Antara Akuntansi Komersial dan Akuntansi Pajak

Definisi Akuntansi dan Akuntansi Pajak

Akuntansi

Kegiatan akuntansi mencangkup identifikasi, pencatatan, pengklasifikasian, pengolahan, dan penyajian transaksi atau aktivitas keuangan kepada para pemangku kepentingan. Proses akuntansi komersial atau keuangan dilakukan dengan melibatkan penyusunan laporan keuangan sesuai dengan standar akuntansi keuangan yang berlaku.

Akuntansi Pajak

Sedangkan akuntansi pajak merupakan proses penyusunan laporan keuangan yang sesuai dengan peraturan perpajakan. Dan laporan keuangan yang dihasilkan tersebut disebut dengan laporan keuangan fiskal.

 

Perbedaan Akuntansi Komersial dan Akuntansi Pajak

Berikut ini adalah perbedaan antara akuntansi komersial dan akuntansi pajak, yakni:

  • Tujuan

Tujuan akuntansi komersial adalah memberikan informasi kepada pihak-pihak yang berkepentingan, seperti manajemen, pemegang saham, investor, dan kreditor. Sedangkan tujuan akuntansi pajak adalah memastikan kepatuhan pada peraturan perpajakan dan pembayaran pajak yang sesuai.

  • Penyusunan

Akuntansi komersial disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK).sedangkan, untuk kepentingan perpajakan, akuntansi komersial harus disesuaikan dengan aturan perpajakan yang berlaku.

  • Pengakuan pendapatan dan biaya

Perbedaan antara akuntansi komersial dan perpajakan terletak pada pengakuan pendapatan dan biaya dikarenakan perbedaan waktu dan perbedaan tetap.

 

Persamaan Akuntansi Komersial dan Akuntansi Pajak

Berikut ini adalah persamaan antara akuntansi komersial dan akuntansi pajak, yakni:

1. Karakteristik Kualitatif

Karakteristik kualitatif dari akuntansi komersial dan akuntansi pajak, yakni relavan,andal,dapat dibandingkan, dan dapat dipahami.

2. Sistem Akrual

standar yang digunakan akuntansi umum atau komersial, adalah sistem akrual. Sama hal nya dengan akuntansi umum, akuntansi pajak juga menggunakan sistem akrual (accrual basis). Dalam bidang akuntansi pajak, disarankan untuk menggunakan kombinasi sistem kas dan akrual, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

3. Neraca

Laporan keuangan neraca pada akuntansi umum atau komersial dan akuntansi pajak mencakup aset, utang, dan modal.

4. Konsep Kesatuan Usaha

keduanya mengikuti prinsip kesatuan usaha, yang berarti adanya pemisahan antara harta atau aset dari pemilik dan perusahaan.

5. Prinsip Realisasi

Kedua jenis akuntansi itu menerapkan prinsip realisasi, dan sebagainya.

 

Hubungan antara Akuntansi dan Perpajakan

Dengan akuntansi keuangan, informasi tentang kondisi entitas pada periode tertentu dapat diperoleh. Informasi keuangan tersebut, lalu akan digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan. Sementara akuntansi pajak lebih spesifik daripada akuntansi umum. Akuntansi pajak memberikan informasi keuangan mengenai kepatuhan terhadap pemerintah. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa pajak merupakan suatu kewajiban. Sama seperti akuntansi, laporan keuangan yang dihasilkan pun juga berbeda. Perusahaan dapat melaporkan laba tahunan secara berbeda dalam laporan keuangan komersial dan pajaknya. Dalam dunia akuntansi, itu adalah hal yang umum. Oleh karena itu laporan keuangan fiskal yang dihasilkan juga disebut extra comptable. Penyusunan laporan keuangan fiskal dilakukan dengan cara yang sama seperti penyusunan laporan keuangan komersial. Proses dimulai dari input transaksi berdasarkan bukti transaksi ke dalam jurnal, kemudian diposting dalam buku besar akuntansi perusahaan, pembuatan neraca lajur, penyesuaian, hingga akhirnya pada laporan keuangan. untuk menghasilkan laporan keuangan fiskal, maka diperlukanlah rekonsiliasi dengan peraturan perpajakan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *