Definisi Penerimaan Kas
Penerimaan kas adalah transaksi penerimaan uang tunai yang meningkatkan aset perusahaan berupa kas. Baik berupa uang tunai maupun surat berharga, termasuk dari transaksi perusahaan dan penjualan tunai, pelunasan piutang, atau transaksi lainnya yang meningkatkan kas perusahaan. Namun, penerimaan kas perusahaan biasanya berasal dari dua sumber utama yakni penerimaan kas dari penjualan tunai dan penerimaan kas dari penjualan kredit. Komponen yang sering masuk ke dalam penerimaan kas termasuk penjualan tunai, pengumpulan piutang, dan penerimaan kas lainnya. Penerimaan kas perusahaan berasal dari dua sumber utama, yakni penerimaan kas dari penjualan tunai dan penjualan kredit.
Fungsi Terkait Penerimaan Kas
1. Fungsi penjualan
Tugas bagian penjualan adalah menerima pesanan, mengisi faktur penjualan tunai, dan menyerahkannya kepada pembeli untuk pembayaran ke bagian kas.
2. Fungsi kas
Dalam transaksi penjualan tunai, bagian ini bertugas sebagai penerimaan kas dari pembeli.
3. Fungsi gudang
Bagian gudang bertugas untuk menyimpan barang pesanan pembeli, dan menyerahkan barang tersebut kepada bagian pengiriman.
4. Fungsi pengiriman
Bagian ini bertugas untuk mengemas barang dan menyerahkan barang yang telah dibayar oleh pembeli.
5. Fungsi Akuntansi
Bagian ini bertugas untuk mencatat transaksi penjualan dan penerimaan kas serta membuat laporan penjualan.
Prosedur Penerimaan Kas
Dalam prosedur penerimaan kas, biasanya berkaitan dengan konsep dasar akuntansi yaitu menerima pembayaran dari pembeli dan memberikan tanda pembayaran atau faktur penjualan tunai kepada pembeli. Selanjutnya, pembeli mengambil barang yang dibelinya dari tempat pengiriman.
Berikut ini prosedur penerimaan kas yang biasanya dilakukan, yakni:
1. Penerimaan Kas dari langganan
Prosedur penerimaan kas dapat dimulai saat pelanggan melakukan penyetoran ke kasir. Kemudian, keluarkan invoice (asli) dan lembar kasir (lembar ketiga) untuk pengecekan penerimaan kas. Apabila sesuai, invoice asli dan invoice rangkap ketiga harus dicap (stempel) lunas dan ditandatangani oleh kasir. Invoice asli beserta dokumen lain diserahkan kepada pelanggan, sementara invoice lembar ketiga akan diarsipkan bersama dengan Voucher Penerimaan Kas.
2. Pembuatan Voucher Penerimaan Kas
Voucher penerimaan kas adalah dokumen penerimaan kas yang dilampirkan dengan invoice (copy kasir). Kemudian, voucher penerimaan kas diarsipkan sesuai dengan nomor urut. Voucher ini memberikan berbagai informasi, seperti tanggal, jenis voucher penerimaan kas, nomor invoice, nama langganan, jumlah penerimaan kas, dan lain sebagainya
3. Penyetoran Kas ke Bank
Hampir setiap perusahaan akan menyetorkan uang setelah menerima uang kas. Penyetoran ke bank dilakukan dengan cara membuat Slip Setoran Bank dan menyertakan uang kas yang akan disetorkan ke bank.
4. Pencatatan Laporan Mutasi dan Buku Kas
Laporan penerimaan kas dibuat berdasarkan voucher penerimaan kas. Laporan penyetoran kas ke bank dibuat dalam 2 bentuk, yakni saldo kas berkurang dan saldo kas bertambah.
5. Stok Opname Kas Harian
Prosedur penerimaan kas diselesaikan dengan melakukan stock opname kas guna membandingkan saldo fisik kas dengan saldo yang tercatat dalam laporan buku kas. Stok opname kas dilakukan oleh perusahaan pada waktu tertentu untuk proses audit saldo kas.
PT.Jovindo menawarkan anda jasa konsultasi dan akuntasi perpajakan anda. Atasi masalah perpajakan anda bersama Jovindo. Dengan bersama kami anda dapat berkonsultasi secara online ataupun offline. Untuk info lebih lanjut silahkan hubungi : 0778-4162512 /0811-7777088.





