Hal yang Harus Diperhatikan saat Melakukan Penjualan Aktiva Tetap

Hal yang Harus Diperhatikan saat Melakukan Penjualan Aktiva Tetap

Definisi Penjualan Aset Tetap

Aktiva atau aset tetap adalah suatu barang yang dibeli oleh perusahaan untuk digunakan dalam ruang lingkup perusahaan tersebut dan tidak berniat menjualnya kembali demi memperoleh laba. Namun dalam suatu kondisi atau waktu tertentu, perusahaan harus melepas aset tetapnya guna memperoleh aset tetap yang baru. Nantinya pihak penerima transfer akan mendapatkan kepemilikan aset dan pihak transferor akan mengakui keuntungan ataupun kerugian atas penjualan tersebut.

Keuntungan ataupun kerugian tersebut akan berdasarkan pada perbedaan yang terjadi pada nilai buku aset dan juga nilai pasar wajarnya.
Sedangkan nilai pasar adalah nilai aset bila dijual di pasar. Lalu, nilai keuntungan adalah jumlah kelebihan hasil penjualan yang akan diterima oleh pihak perusahaan lebih dari nilai buku.

 

Alasan Kenapa Perusahaan Melakukan Penjualan Aset

Berikut ini beberapa alasan perusahaan menjual aset yang dimilikinya, yakni:

1. Nilai aset telah sepenuhnya terdepresiasi

Penggantian aset yang lebih terbarukan dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi perusahaan.

2. Aset tidak lagi berguna

Apabila terjadi perubahan dalam proses produksi yang memerlukan upgrade mesin terbaru.

3. Terjadi kerusakan pada aset

Pada umumnya jika terjadi kerusakan pada aset, maka harus dijual. Dan jika aset yang rusak tetapi tidak dijual, maka akan tercatat sebagai pelepasan atau disposal.

4. Penggantian aset

Perusahaan mengganti aset-aset yang sudah lama dengan aset yang berteknologi lebih modern.

5. Biaya pemeliharaan melebihi nilai aset

Jika usia aset semakin bertambah, maka biaya pemeliharaannya pun meningkat pula dan dapat menyebabkan pengeluaran yang melebihi nilai serta keuntungan yang dihasilkan dari aset tersebut.

 

Hal yang Harus Diperhatikan saat Melakukan Penjualan Aktiva Tetap

Penjualan aset harus dipertimbangkan dengan cermat karena akan dicatat sebagai pendapatan lain-lain dalam laporan laba rugi, berikut ini hal-hal yang perlu di perhatikan, yakni:

  • Nilai buku aset atau nilai yang di catat dalam neraca keuangan,
  • Nilai pasar atau harga jual di pasaran,
  • Nilai keuntungan dan kerugian yang diterima perusahaan.

Kemudian, langkah selanjutnya adalah menetapkan harga jual perusahaan. Pada tahap ini, Anda perlu mengetahui nilai buku aset dengan mengurangi biaya aset dengan beban depresiasi yang telah terakumulasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *